July 2017 (5):

Setelah Ganti Ban, Rem Jadi Blong? Ini Solusinya Honda Mau Bikin Trail 150cc Berbasis Mesin Mega Pro? Kecanggihan Motor Trail Yamaha, Setting Pakai Smartphone Suzuki Umumkan Update Terbaru Motor Cross RM-Z450 Model 2018 KTM Bikin Motor Trail Bermesin Injeksi 2-Tak Pertama di Dunia

June 2017 (4):

Ini Dia Tampang Yamaha WR250F dan WR450F Replika EnduroGP Kawasaki KLX dan D-Tracker Kini Tambah Segar Menanti Kelahiran Motor Trail 150cc Suzuki Indonesia Rencana Peluncuran Trail Suzuki Diundur, KLX 150 Masih Melengang Sendirian

May 2017 (16):

Suzuki Indonesia Siapkan Motor Trail, Seri TS 150? Honda CRF250R Versi 2018 Pakai Electric Stater? Honda: Ada Kemungkinan Kami Main Trail 150 Cc Gila, Main Surfing Pakai Motor Trail KTM Luncurkan Motor Enduro 2 Tak Injeksi, Tidak Perlu Lagi Mencampur Oli Secara Manual INI DIA MOTOR GANAS DARI GAZGAS BERNAMA GXE 450 CC !! Berkunjung Ke Papua, Jokowi Tukar Mercedes Dengan Motor Trail Honda CRF 450R Versi 2018 Kini Pakai Electric Stater Tas Kriega Cocok Buat Pemilik Motor Sport dan Adventure Standar Berdiri Multifungsi untuk Motor Trail Modifikasi Motor Trail Siap Trabas, Berapa Estimasi Biayanya? Layakkah Viar Cross Jadi Alternatif Motor Trail Murah? EVOLUSI BARU HUMMER PRO X 250 Kelebihan dan Kekurangan Motor Trail Mesin 2-Tak dengan 4-Tak Memilih Motor Trail Yang Pas Beda Perawatan Trail dan Supermoto, Mana Lebih Mahal

April 2017 (18):

Sherco Asal Perancis Mulai Tantang Kawasaki KLX Awal 2017 Penatang KTM 390 Adventure Honda XRE300 Bersiap Meluncur Test ride IDB Perfoma Honda CRF250 Rally Ini Resep “Ganteng Maksimal” Honda CRF250 Rally Total Ada 14 Aksesori untuk Motor Reli Baru Honda 1.000 cc dan 250 cc Gazgas Hummer Pro 250, Lebih Ringan dari KLX150F! Tersesat di Tengah Hutan, Pakai Metode Ini untuk Cari Arah Tips Memilih Motor Trail Kondisi Bekas Pakai Jangan Asal Pakai Motor Trail Buat Harian Pembeli Motor Reli Honda 250 CC di Bandung Harus Sabar Banyak Pecinta Motor Trail, Tapi Belum Ada Penantang KLX 150 Trik Dasar, Banyak yang Tak Tahu Cara Naik Motor Trail Honda Resmi Jual Trail 250 cc, Kenapa Tidak 150 cc?‎ Beli Trail Bekas, Perhatikan Ini Agar Tak Tertipu Inilah Momen Saat Anggota Komunitas Trail Bertemu 'Suku Tradisional' Aceh Offroad Trail Ramah lingkungan TEHNIK DASAR OFFROAD DI PADANG PASIR Motor Trail Terinspirasi dari T-Rex

March 2017 (21):

TIPS OFFROAD SAMPAH (dan) TRAIL ADVENTURE MEMILIH UKURAN BAN TRAIL YANG PAS CAMPURAN OLI MOTOR TRAIL ENDURO 2 TAK ETIKA DALAM TRAIL ADVENTURE (OFFROAD RODA DUA) TIPS MEMILIH BAN TRAIL UNTUK OFFROAD MATHIAS MUCHUS PENGGEMAR MOTOR TRAIL YANG JUGA PEDULI HUTAN Asbak Portable Untuk Perokok Di Medan Offroad Perbedaan Motor Type Cross (SE) Dan Enduro Kenalpot Trail Yang Ramah Lingkungan 10 Langkah Menyiapkan Motor Sebelum Offroad Tips Membersihkan Busa Filter Udara Trail Enduro/SE Tips ‘Memanasi’ Motor SE atau Enduro yang Masih baru Daftar Toko Aksesoris Motor Trail Yang Terpercaya 2 Tak vs 4 Tak, Mana yang Lebih Murah Perawatannya? Tekanan Angin Ban untuk Offroad Motor Trail Naruh Helm Yang Aman Ketika Sedang Istirahat Offroad Pertolongan Pertama Jika Motor Trail Kecebur Ke Sungai Perawatan Motor Trail Setelah Dipakai Offroad Volume Oli Mesin Motor Enduro dan SE Decal dan Sticker Motor trail yang Terpercaya di Kota Malang

February 2017 (18):

Ganti Gir Depan KLX 250 dengan Punyanya Ninja 250, Tarikannya Lebih Greng Ganti Kampas Kopling GL Pro, KLX 150 Semakin Responsif BAN TRAIL MURAH TAPI GA MURAHAN STANDAR SAMPING YANG PRAKTIS UNTUK TYPE MOTOCROS YANG DIPAKAI ENDURO CARA MELEPAS HAND GRIP MOTOR TRAIL PASANG KABEL SLING DAN GANTI KARBU KECIL UNTUK PERSIAPAN MELIBAS JALUR OFFROAD IOX CELEBES JURUS ANTI SELIP KLX 150, PAKAI KAMPAS KOPLING KX 85 INI DIA HARGA MOTOR TRAIL YAMAHA YANG TERJANGKAU SUSPENSI MOTOR TRAIL BUILD UP KOK KERAS YA ? DILER TRAIL SHERCO DAN PRODUK FOX ASLI HADIR DI KOTA MALANG HONDA MULAI MAIN MOTOR TRAIL, AKANKAH MENGGERUS DOMINASI KAWASAKI KLX? PERBEDAAN MINYAK REM DOT 3, 4 DAN 5 DI MOTOR TRAIL AMANKAH MENGGUNAKAN AIR BIASA UNTUK RADIATOR MOTOR? INI DIA MOTOR TRAIL GAYA ADVENTURE DI BAWAH Rp 40 JUTA CARA MELUMASI RANTAI MOTOR TRAIL DENGAN BENAR UJI COBA SEPATU CROSS HARGA DIBAWAH RP.2.000.000,- THOR BLITZ KTM KUASAI RALLY TERDAHSYAT TAHUN INI, DAKKAR DAN AFRICA ECO RACE INI DIA TAMPANG SANGAR YAMAHA WR450F RALLY

January 2017 (10):

MENERKA HARGA HONDA CRF250 SERIES PERGANTIAN OLI MESIN MOTOR TRAIL BERDASARKAN JAM, APA MAKSUDNYA? HONDA LUNCURKAN TRAIL ADVENTURE 250CC TIPS MEMBERSIHKAN HELM, AGAR AMAN DAN NYAMAN VIAR LUNCURKAN DUA MOTOR TRAIL DENGAN HARGA MIRING REVIEW SEPATU ONEAL RIDER, HARGA TERJANGKAU TAPI.... TAMPANG MOTOR ENDURO GAS GAS VERSI 2017, MERAH GARANG!! JURUS ANTI GETAR DI MOTOR TRAIL 2 TAK IDB UJI COBA GIR TRAIL MERK ROZ, APAKAH KUAT? HANDGUARD DI MOTOR TRAIL BUKAN PAJANGAN

March 2016 (1):

MXGP Kembali ke Indonesia

February 2016 (1):

5 Crosser Cantik di Dunia

October 2015 (4):

Bobot Supermoto Husqvarna FS 450 Ini Lebih Ringan dari Honda Vario 150 Protection Gear itu Penting Perbedaan Motor Dual Sport, Supermoto, Enduro, dan Motocross Mengenal ISDE (International Six Days Enduro)

September 2015 (20):

Daftar Penjual Motor Trail Terpercaya versi IDB Uji Coba Husqvarna 2015 (bagian 2) Uji Coba Husqvarna 2015 Kawasaki KX250FX, Perpaduan Motocross dan Enduro TIPS OFFROAD YANG NYAMAN DAN AMAN Uji Coba Panjang Husaberg TE 300, Motornya Jawara Enduro Ekstrim! Apa Beda KTM tipe EXC, XC, XCW dan SX KNALPOT TRAIL YANG RAMAH LINGKUNGAN 10 LANGKAH MENYIAPKAN MOTOR SEBELUM OFFROAD Ganti Kampas Kopling GL Pro, KLX 150 Semakin Responsif Uji Coba Kawasaki KLX 150BF di Jalur Offroad, Handling Lebih Stabil Cara Melepas Hand grip Motor Trail Ban Trail Murah Tapi Tidak Murahan Standar Samping yang Praktis untuk Motor Tipe Motocros yang Dipakai Enduro Uji Coba Viar Cross-X 250 di Jalur Offroad (bagian kedua) Uji Coba Viar Cross-X 250 di Jalur Offroad (bagian pertama) Ganti Gir Depan KLX 250 dengan Punyanya Ninja 250, Tarikannya Lebih Greng Motor Trail Kok Ada Kaca Spionnya? KTM Freeride 350 Vs KTM 350 Sixdays TRABAS MERDEKA XIII

October 2014 (1):

Uji Coba Sekilas Sherco 250

Uji Coba Panjang Husaberg TE 300, Motornya Jawara Enduro Ekstrim!


Dsc01450

Review tentang Husaberg TE 300 memang sudah banyak dilakukan di majalah dirt bike luar negeri. TE 300 juga mencetak hasil fenomental di berbagai kejuaraan enduro ekstrim dengan pengendaranya Graham Jarvis. Namun kalau hanya membaca review dari bule sih kurang lengkap rasanya, akan lebih afdol lagi kalau melakukan uji coba sendiri. Itulah ciri ulasan dari IDB dan tim Cheela, selalu berdasarkan test ride dan pengalaman sendiri, bukan kata orang lain bro, apalagi kalau hanya berdasarkan gosip belaka, ahh itu sih gak mutu. Makanya biar bermutu, baca terus ulasan IDB tentang Husaberg TE 300 tahun 2012 ini.

Agar hasilnya lengkap, dibutuhkan waktu beberapa bulan untuk mencoba kemampuan TE 300 di berbagai medan offroad yang berbeda. Mulai dari single track, berbatu, lumpur, tanah padas, padang pasir terbuka, jalur tengah hutan hingga perbukitan. Sengaja dicoba di medan yang variasi, agar bisa benar-benar menyerap kelebihan dan kekurangan TE 300 ketika dipakai offroad dalam waktu lama.

Ketika pertama kali menaiki Husaberg TE 300 terasa kalau motor ini lebih jangkung dibandingkan KTM 350 EXCF tahun 2012. IDB yang tingginya 173 cm masih harus jinjit agar ujung kaki bisa menyentuh tanah. Waduh kalau terlalu tinggi bisa merepotkan nih kalau dipakai di jalur offroad yang susah. Akhirnya suspensi depan (fork) kami turunkan sedikit agar motor lebih rendah dan nyaman dipakai.


Melihat secara fisik, Husaberg TE 300 tahun 2012 ini sama persis dengan KTM 250/300 EXC tahun 2011. Rangka, mesin, cover plastik (kecuali bagian cover tengki) dan suspensi belakang itu 100% sama dengan KTM. Keunggulan TE 300 adalah suspensi depan sudah pakai tipe Close Cartridge, sama kayak di KTM tipe XC (cross country). Jadi boleh dibilang TE 300 ini adalah KTM warna biru bro! Kalau di USA, TE 300 ini identik dengan KTM 300 XCW, hanya beda di suspensi depan saja.

Untuk menghidupkan TE 300 tidak perlu susah payah dengan mengengkol, cukup pencet tombol electric starter di sebelah kanan stang, langsung terdengar bunyi renyah “ding ding ding ding”. Mencoba menghidupkan dengan engkol kaki, dengan dua kali jejakan, motor juga langsung hidup. Di TE 300 yang dipakai pembalap enduro ekstrim, Graham Jarvis, itu malah electric starter-nya dilepas untuk mengurangi bobot motor. Padahal bobot TE 300 ini dari pabrikannya terbilang ringan, hanya 102 kg. Sebagai gambaran, kawasaki KLX 150 yang ukurannya lebih kecil dengan ban belakang 16 depan 19 itu bobot kosongnya 108 kg.

Tenaga traktor dan roket

Setelah beberapa kali mencoba TE 300, power mesinnya benar-benar dahsyat. Terasa sekali tarikan motornya, membuat badan pengendara terasa tertarik ketika gas dibetot. Jika posisi duduk agak ke belakang, roda motor depan terasa mau ngangkat terus. Dengan mengusung mesin 300 cc 2 tak, membuat TE 300 jarang sekali main kopling seperti misalnya ketika memakai KTM 200 EXC. Power bawah TE 300 ini malah mirip sekali motor 4 tak. Tinggal putar gas, motor langsung ngacir, dalam situasi apapun!

Mesin TE 300 layaknya seperti traktor, rajanya ketika dipakai di jalur tanjakan yang ekstrim. Motor enak saja melaju. Di sisi lain, ketika dengan tiba-tiba kopling ditekan setengah, motor akan melaju cepat seperti roket! TE 300 sangat enak sekali dipakai offroad di single track dengan karakter "stop and go”. Maksudnya “stop and go” adalah offroad dengan karakter main buka dan tutup gas dengan tiba-tiba, misalnya di jalur offroad yang penuh dengan tikungan tajam. Bahkan dalam uji coba dengan Kawasaki KX250F yang dikenal dengan tenaga liarnya itu, TE 300 lebih unggul di jalur "stop and go”. TE 300 lebih cepat keluar di tikungan dan melesat cepat bagai roket!


Dengan karekter mesin yang “cepat” itu kami sempat kuatir ketika dipakai di jalur licin di tengah hutan. Kuatir roda akan spin seperti kalau kami memakai motor tipe cross di jalur licin, karena putaran transmisi mesinnya pendek-pendek. Namun kekuatiran itu sirna ketika kami coba di jalur super licin di Gunung Arjuna dan Dampul (arah Bromo). TE 300 mampu melewati “ujian” di jalur licin itu, namun membawanya harus agak kencang. Jika dibandingkan dengan KTM 350 XCWF yang dikenal rajanya jalur licin, memang TE masih ada gejala roda spin di jalur super licin. Namun jika membawanya agak kencang, jalur licin bukan hal yang menakutkan bagi TE 300. Libas saja bro!

Mengendarai TE 300 di jalur terbuka dan double track, akan membuat anda tersenyum lebar. Motor akan melaju dengan cepat dan stabil. Lebih stabil jika dibandingkan motor 2 tak dengan cc lebih kecil lainnya seperti KTM 200 dan KTM 250 EXC/XCW. Ketika dicoba di lautan pasir Gunung Bromo, TE 300 enak sekali melintas tanpa kesulitan di kecepatan tinggi. Suspensi depannya yang tipe close membuat TE 300 nyaman dipakai di jalur pasir.

Dipakai untuk jalan pelan, karakter mesin TE 300 juga enak. Mesin motor tidak mudah mati. Dipakai di jalanan menurun tajam, mesin juga nyala terus, tidak ada gejala mesin mati atau nyendat nyendat. Mesin TE 300 enak untuk dipakai pelan, dahsyat untuk dipakai kencang.

Handling dan Suspensi

Suspensi TE 300 sama persis dengan suspensi yang dipakai Di KTM, keduanya memakai WP. Bedanya untuk suspensi depan (fork) TE 300 itu memakai jenis close cartridge, sama seperti yang dipakai di KTM tipe XC. Kelebihan suspensi ini adalah sangat enak dipakai untuk speed offroad dan jalur yang penuh gundukan. Suspensi akan meredam dengan baik.

Namun suspensi TE 300 jika dipakai pelan, terutama di jalur berbatu, akan terasa keras dan kurang nyaman. Tangan akan terasa cepat pegal. Jauh lebih nyaman suspensi yang ditancapkan di KTM 350 EXCF atau KTM 250 XCW. Namun ketika gas dibetot lebih dalam dan motor dibuat lari kencang, baru terasa “nikmatnya” suspensi tipe close di TE 300. Jadi memang TE 300 maunya dibawa kencang terus, baru terasa kenikmatannya!

Dengan bobot ringan, handling TE 300 sangat enak sekali. Mudah sekali untuk manuver di jalur sempit dan single track. Dengan bobot motor yang lebih ringan, terpaut hampir 10 kg dengan KTM 450 EXCF (4 tak), namun dengan tenaga mesin yang mumpuni, membuat TE 300 enak dipakai di segala kondisi. TE 300 akan sangat mampu bersaing dengan motor 450 cc 4 tak.

Jika dibandingkan dengan KTM 250/300 XCW tahun 2011, TE 300 lebih enak untuk dipakai di tikungan yang tajam. Di KTM itu sudut tekuk stangnya terlalu lebar, jadi sering kesulitan untuk masuk di tikungan tajam.

Untuk speed offroad, TE 300 juga lebih stabil jika dibandingkan saudaranya yang mengusung mesin lebih kecil seperti KTM 200 atau KTM 250 EXC. Setting suspensi depan dan belakang terasa lebih nyaman, tidak ada gejala roda belakang “menari” seperti di KTM 200.

Kesimpulan


Setelah mencoba berulang kali TE 300 di berbagai medan, kami semakin paham kenapa motor ini banyak dipakai di kejuaraan enduro ekstrim kelas dunia. Motornya memang enak bro, cocok untuk offroad di jalur ekstrim! Bobot motor yang ringan dan perawatan yang lebih mudah, menjadikan TE 300 motor pilihan bagi penggemar offroad. TE 300 sama persis dengan KTM 300 EXC/XCW, lha memang dari pabrikan yang sama. Khan Husaberg memang satu atap dengan KTM. Malah bisa dibilang kini Husaberg seakan-akan menjadi kelas premium-nya KTM, karena tambahan beberapa spek yang lebih baik. Tak heran jika harga resmi Husbaerg itu kalau di luar sono harganya lebih mahal $300 hingga $500 dibandingkan KTM di tipe yang sama.

TE 300 bukanlah motor untuk pemula, kalau pemula pakai motor itu dijamin akan kalang kabut dan cepat capek. Bisa-bisa malah sering terjungkal di jalur offroad. Jika anda pemula dan ingin merasakan sensasi motor enduro 2 tak, pilihan paling jitu adalah KTM 200. TE 300 dirancang untuk expert dan profesional.

Kelebihan Husaberg TE 300:
• Motor ringan, namun dengan power mesin yang mumpuni
• Electric dan kick starter
• Perawatan dan setting lebih mudah dibandingkan motor 4 tak
• Fork sudah pakai tipe close cartridge
• Cocok untuk segala medan, mulai single track hingga daerah terbuka

Kekurangan Husaberg TE 300:
• Suspensi depan kurang nyaman jika dipakai pelan di jalur berbatu
• Harus mencampur oli 2 tak ke bensin
• Bukan untuk pemula

Spesifikasi umum:
Mesin: Single cylinder, 2-stroke, 293.2 cc
Starter: Electric dan kick
Transmisi: 6 percepatan
Fuel system: Keihin PWK 36S AG
Suspensi depan: WP-USD Ø 48 mm Closed Cartridqe
Suspensi belakang: WP-PDS DCC shock absorber

PERHATIAN:
Uji coba setiap produk yang dilakukan oleh tim IDB sama sekali tidak ada hubungan dengan promosi atau marketing produk tertentu. Semuanya murni dilakukan dari sudut pandang konsumen/pengguna secara obyektif. (sumber : www.indonesiandirtbike.com)